
Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum ini didasarkan pada landasan-landasan ilmiah dan teoretis, yang meliputi:
Kurikulum ini didasari oleh pandangan bahwa pendidikan adalah proses humanisasi yang bertujuan untuk memanusiakan manusia. Pendidikan bukan hanya mentransfer pengetahuan, melainkan juga membentuk manusia seutuhnya yang memiliki integritas, moral, dan etika. Kurikulum ini menganut filosofi konstruktivisme yang memandang bahwa pengetahuan dibangun secara aktif oleh murid melalui pengalaman dan interaksi sosial.
Kurikulum ini menyadari peran pendidikan sebagai agen sosialisasi yang mempersiapkan individu untuk berinteraksi dan berkontribusi dalam masyarakat. Pendidikan harus relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal dan global, serta berperan dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Kurikulum ini didesain untuk menciptakan warga negara yang bertanggung jawab, peduli, dan mampu beradaptasi dengan dinamika sosial.
Secara psikopedagogis, kurikulum ini dirancang berdasarkan teori perkembangan kognitif dan sosial. Berdasarkan teori perkembangan kognitif Jean Piaget, pembelajaran disesuaikan dengan tahapan usia murid agar materi dapat diserap secara optimal. Sementara itu, berdasarkan teori belajar Lev Vygotsky, kurikulum ini menekankan pentingnya interaksi sosial dan kolaborasi dalam proses konstruksi pengetahuan. Pembelajaran dirancang untuk memaksimalkan potensi unik dan gaya belajar yang beragam pada setiap murid, dengan penekanan pada pembelajaran mendalam.
![]() |
Djadmoko Budi Santoso, S.PdKepala Sekolah
|